Ini Kebutuhan ASI untuk Bayi di Bawah 6 Bulan dari WHO!

kebutuhan asi bayi (

TanyaNers – ASI, atau Air Susu Ibu, adalah cairan ajaib yang tak tergantikan dalam kehidupan bayi. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara tegas merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan sebagai langkah optimal untuk menjamin kesehatan dan kelangsungan hidup anak. Namun, faktanya tidak semua orang tua memberikan ASI eksklusif sesuai anjuran kepada bayinya karena berbagai faktor alasan.

Artikel ini akan membahas secara lengkap kebutuhan ASI bayi, tanda-tanda mereka lapar dan kenyang, serta bagaimana mengatasi bila produksi ASI Bunda dirasa tidak mencukupi. Selain itu, akan dibahas pula pentingnya ASI eksklusif bagi bayi di bawah 6 bulan, merujuk pada rekomendasi WHO dan data terkini.

Kebutuhan ASI Bayi Harian

kebutuhan asi bayi
sc: freepik

Seperti yang diketahui, ASI merupakan sumber nutrisi utama bagi bayi selama enam bulan pertama kehidupannya. Menurut WHO, bayi dianjurkan untuk mendapatkan ASI secara eksklusif selama enam bulan pertama. Namun, berapa banyak ASI yang seharusnya dikonsumsi oleh bayi dalam sehari?

Sebenarnya kebutuhan ASI bayi tidaklah statis, melainkan dinamis seiring bertambahnya usia. Berikut gambaran umum kebutuhan ASI berdasarkan usia:

  • Bayi Baru Lahir (0-6 minggu):
    • Lambat laun, kebutuhannya berkembang dari 7 ml (1 sendok teh) sekali minum menjadi 60-80 ml per sesi.
    • Frekuensi menyusu sering, yaitu 8-12 kali dalam 24 jam.
  • Bayi Usia 2-4 bulan:
    • Membutuhkan sekitar 120-150 ml per sesi, tergantung perkembangan bayi.
    • Menyusu 7-9 kali dalam 24 jam.
  • Bayi Usia 4-6 bulan:
    • Membutuhkan sekitar 150-240 ml per sesi.
    • Menyusu 5-7 kali dalam 24 jam.
  • Bayi Usia 6-12 bulan:
    • Membutuhkan sekitar 500-700 ml ASI per hari.
    • Menyusu lebih jarang, 3-4 kali dalam 24 jam, sebagai pelengkap makanan padat.
  • Usia 1 Tahun hingga 2 Tahun
    • Pada usia ini, ASI masih dapat menjadi bagian penting dari pola makan bayi, meskipun mereka sudah mulai mengonsumsi makanan padat.
    • Menyusu berkurang, 3-4 kali dalam 24 jam, tergantung kebutuhan dan preferensi bayi. 
    • Volume ASI yang dikonsumsi bervariasi tergantung  seberapa banyak makanan padat yang dikonsumsi bayi.

Sebagai informasi, bayi yang baru lahir umumnya memerlukan ASI setidaknya delapan hingga dua belas kali sehari. Namun, setiap bayi bisa memiliki pola makan yang berbeda-beda. Penting bagi Bunda untuk memberikan ASI sesuai dengan kebutuhan bayi dan tidak membatasi frekuensi menyusui sebelum usia 2 tahun.

Baca juga: 9 Makanan Pelancar ASI Paling Ampuh & Kaya Nutrisi

Tanda Bayi Lapar ASI

sc: freepik

Mengidentifikasi tanda-tanda lapar pada bayi sangat penting agar dapat memberikan ASI dengan tepat waktu. Beberapa bayi akan memberikan tanda lapar yang berbeda, namun umumnya tanda bayi lapar adalah:

  • Menggerakkan mulut dan mencari puting saat disentuh di dekat mulutnya.
  • Menggeliat dan tidak bisa diam.
  • Menunjukkan isyarat kegelisahan atau ketidaknyamanan.
  • Menangis dengan intensitas meningkat.
  • Gelisah dan rewel.
  • Popok jarang basah.

Tanda Bayi Cukup ASI

kebutuhan asi bayi tercukupi
sc: freepik

Sebaliknya, ada juga tanda-tanda ketika bayi telah puas atau mendapatkan cukup ASI. Beberapa tanda tersebut meliputi:

  • Melepaskan sendiri puting susu saat sudah kenyang.
  • Terlihat tenang dan puas setelah menyusui.
  • Memiliki pola buang air besar dan kecil yang teratur.
  • Berat badan naik sesuai grafik pertumbuhan.
  • Kulit sehat dan kenyal.

Penting untuk diingat bahwa setiap bayi adalah individu yang unik, jadi kebutuhan ASI mereka dapat bervariasi. Orangtua harus memperhatikan tanda-tanda kepuasan dan lapar bayi serta berkonsultasi dengan dokter anak untuk memastikan bahwa bayi mendapatkan nutrisi yang cukup sesuai dengan usia dan kebutuhan mereka.

Baca juga: 7 Minuman Pelancar ASI Alami yang Aman & Mudah Didapat

Pentingnya ASI Eksklusif 

pentingnya asi ekslusif
sc: freepik

Menurut WHO, ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi memberikan banyak manfaat kesehatan, baik bagi bayi maupun ibu. ASI tidak hanya menyediakan nutrisi yang dibutuhkan bayi untuk pertumbuhan dan perkembangannya, tetapi juga melindungi mereka dari berbagai penyakit infeksi. Selain itu, ASI juga memiliki dampak positif jangka panjang terhadap kesehatan bayi, seperti meningkatkan kecerdasan dan mengurangi risiko obesitas serta diabetes di masa mendatang.

WHO secara tegas merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan karena:

  • ASI mampu memberikan semua nutrisi yang dibutuhkan bayi seperti lemak, protein, karbohidrat, vitamin, mineral, dan antibodi untuk tumbuh kembang optimal.
  • ASI mengandung antibodi yang membantu bayi melawan penyakit saluran pernapasan, diare, dan infeksi telinga.
  • Bayi yang mendapat ASI eksklusif berisiko lebih rendah mengalami obesitas, diabetes, alergi, dan penyakit kronis lainnya di kemudian hari.
  • ASI juga dapat mencegah bayi stunting, di mana risiko stunting akan meningkat bila bayi terlalu cepat keluar dari tahap ASI ekslusif.
  • Menyusui dapat mengurangi risiko kanker payudara dan ovarium pada ibu.

Baca juga: Adakah Sufor yang Rasanya Mirip ASI? Simak Penjelasannya!

ASI Bunda Tidak Cukup Memenuhi kebutuhan Harian?

sc: freepik

Terkadang, ibu merasa khawatir bahwa ASI yang dihasilkan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi. Terlebih lagi bagi Bunda yang merasa ASI tidak keluar karena beberapa faktor. Jangan langsung cemas. Produksi ASI dipengaruhi oleh faktor seperti frekuensi dan lama bayi menyusu, pola makan ibu, stres, dan kondisi medis tertentu. Konsultasikan dengan dokter atau konselor laktasi untuk: 

  • Menilai keefektifan teknik menyusui dan menemukan posisi yang tepat.
  • Merencanakan jadwal menyusui yang teratur dan responsif terhadap kebutuhan bayi.
  • Mendapatkan dukungan dalam mengatasi stres dan menjaga pola makan sehat.
  • Mengeksplorasi penggunaan pompa ASI untuk meningkatkan produksi.

Namun, penting untuk diingat bahwa produksi ASI dapat disesuaikan dengan kebutuhan bayi. Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi ASI meliputi:

  • Menyusui secara sering dan efektif.
  • Memberikan dukungan dan perawatan kesehatan yang baik kepada ibu.
  • Memastikan asupan nutrisi yang cukup bagi ibu.

Untuk mengatasi hal tersebut dengan lebih mudah, kini Bunda dapat ikut kelas laktasi yang bisa diikuti secara online dari TanyaNers. Dapatkan berbagai informasi yang dibutuhkan, konsultasi dengan ners ahli dan berpengalaman di bidangnya dengan mudah tanpa harus datang ke tempat hanya di Kelas Laktasi dari TanyaNers!

 

 

*Artikel ini telah ditinjau oleh Ns. Almira Istiqomah, S.Kep

Referensi: 

  • https://www.paho.org/en/enlace/exclusive-breastfeeding-infant-under-six-months-age
  • https://www.who.int/tools/elena/interventions/exclusive-breastfeeding
Scroll to Top
×