Apa Itu Stunting? Simak Penjelasan Selengkapnya Ini!

apa itu stunting (4)

TanyaNersStunting masih menjadi permasalahan tersendiri yang cukup mendapatkan perhatian. Khususnya berkaitan dengan tumbuh kembang bayi. Data yang dilansir Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyebutkan jika satu dari empat anak di Indonesia mengalami kondisi stunting. Lantas, apa itu stunting, gejala, dan cara mengatasinya? Simak penjelasan selengkapnya di artikel ini.

Apa Itu Stunting?

apa itu stunting (1)
sc: Hermina Hospital

Stunting dapat didefinisikan sebagai kondisi tubuh atau perawakan yang pendek pada balita. Dimana pendeknya perawakan ini disebabkan oleh kekurangan nutrisi maupun gizi secara kronis. Biasanya, ini terlihat dari tinggi badan anak yang kurang atau tidak sesuai dengan standar anak seusianya.

Perhitungan tinggi badan ini didasarkan pada kurva pertumbuhan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Apabila tidak mendapatkan penanganan yang serius, stunting akan berdampak pada kondisi kesehatan bayi maupun balita. Misalnya mengalami penurunan sistem kekebalan tubuh, fungsi otak yang buruk, hingga perkembangan organ tubuh yang tidak optimal.

Baca juga: Apa Saja Ciri-Ciri Bayi Sakit Perut dan Cara Mengatasinya?

Penyebab Stunting yang Perlu Diketahui

apa itu stunting (3)
sc: Kudika

Setelah mengetahui apa itu stunting, kenali pula apa saja penyebabnya yang umum terjadi di Indonesia maupun negara-negara lain di dunia berikut ini:

  • Kandungan nutrisi dan asupan gizi yang kurang selama masa kehamilan, sehingga berdampak pada perkembangan janin.
  • Pola makan orang tua, khususnya ibu yang tidak seimbang. Misalnya konsumsi sayur, buah, dan berbagai sumber protein lainnya yang membuat anak tidak tumbuh secara optimal.
  • Pemenuhan nutrisi dan gizi pada bayi maupun balita yang kurang. Ini juga bisa dikarenakan pola asuh orang tua.
  • Kondisi dan perawatan ibu pasca melahirkan yang kurang dan tidak memberikan ASI eksklusif yang cukup.
  • Kondisi kebersihan dan sanitasi yang kurang memadai. Sebagai contoh minimnya akses mendapatkan air bersih. Sehingga, bayi mengonsumsi air yang kurang layak dan rentan terserang penyakit.
  • Faktor ekonomi keluarga juga berpengaruh. Hal ini terkadang membuat keluarga kurang mampu kurang mendapatkan akses terhadap layanan kesehatan.

Baca juga: 5 Cara Mengobati Flu pada Bayi dengan Bawang Merah

Kenali Ciri-Cirinya

apa itu stunting (2)
sc: Exemplars in Global Health

Gejala atau ciri-ciri stunting ada beberapa aspek yang dapat dikenali secara bentuk fisik. Selain itu, dapat dilihat dari ketahanan tubuh dan kemampuan motorik. Adapun gejala tersebut yakni:

  • Memiliki berat badan yang lebih rendah dibanding anak lain seusianya.
  • Pertumbuhan dan perkembangan tulang yang melambat.
  • Daya tahan tubuh yang lemah, sehingga lebih rentan terpapar penyakit.
  • Kurang fokus dalam belajar dan memahami sesuatu.
  • Tumbuh kembang fisik yang terganggu.
  • Mengalami kondisi fisik kurang aktif dalam bergerak.

Ciri di atas adalah gejala umum, untuk memastikannya pastikan Mommy untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli medis di bidangnya.

Baca juga: Yuk Kenali Bilirubin Pada Bayi : Penyebab, Gejala, dan Cara Perawatannya

Tidak Semua Balita Pendek Itu Stunting

apa itu stunting
sc: Mosaic

Mungkin sebagian ibu yang memiliki bayi dan balita memiliki kekhawatiran apakah bayi yang pendek itu stunting? Tentu saja tidak! Namun sebaliknya, anak yang mengalami stunting sudah pasti pendek karena pertumbuhannya yang melambat.

Untuk memastikan anak stunting atau tidak, perlu diagnosis dari ahli medis. Beberapa diagnosis yang dilakukan untuk memastikan stunting ini di antaranya adalah:

  • Cek darah untuk mengetahui kondisi kesehatan dan riwayat penyakit seperti anemia, infeksi kronis, maupun TBC.
  • Cek urine untuk melihat kondisi sel darah putih untuk tanda infeksi.
  • Pengecekan terhadap feses untuk mengecek adany parasit maupun intoleransi terhadap laktosa.
  • Cek melalui USG jantung dalam melihat kondisi penyakit jantung yang sifatnya bawaan pada bayi.
  • Foto rontgen pada bagian dada untuk memastikan kondisi paru-paru dan jantungnya.
  • Lakukan tes Mantoux untuk diagnosa awal penyakit TBC.

Baca juga: Cukup Mudah, Ini Cara Mengukur Lingkar Kepala Bayi yang Benar!

Apa yang Harus Mommy Lakukan?

KELAS LAKTASI ASI MASTERY

Lantas, apa yang harus Moms lakukan ketika buah hati masuk dalam kategori stunting? Hal paling penting pertama adalah tetaplah tenang. Sebenarnya, stunting dapat diatasi dengan penanganan yang tepat. Salah satu yang terpenting adalah dengan emberikan nutrisi yang cukup kepada bayi atau balita.

Saat masa kehamilan, Mommy harus menjalankan pola makan yang seimbang agar nutrisi yang diteruskan ke janin terpenuhi. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pun merekomendasikan jika makanan sehat setidaknya terdiri dari sepertiga buah dan sayuran. Kemudian dilengkapi dengan sepertiga nutrisi karbohidrat seperti nasi, dan sepertiga lainnya adalah protein yang berasal dari ikan, daging, maupun protein nabati lainnya.

Jangan lupa untuk menjaga kesehatan dan kebersihan. Apabila terjadi gejala-gejala lain yang mengarah pada kondisi kesehatan si kecil, segeralah periksakan ke dokter maupun fasilitas kesehatan terdekat. Atau bawalah ke posyandu secara berkala untuk memantau perkembangan bayi.

Untuk bayi, pastikan pemberian ASI eksklusif sudah dilakukan selama enam bulan pertama. Di sini, ibu menyusui juga dapat mengikuti kelas ASI Mastery dari TanyaNers. Khususnya jika produksi ASI mengalami penurunan. Di sini, Mommy pun bisa berkonsultasi dengan Ners yang ahli di bidangnya. Klik di sini untuk melihat informasi dan mengikutinya.

 


*Artikel ini telah ditinjau oleh Ns. Almira Istiqomah, S.Kep

Referensi:

  • https://www.tanotofoundation.org/en/news/what-is-stunting-and-why-it-matters/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5084763/
  • https://www.concern.net/news/what-is-stunting 

Scroll to Top
×