Apa Saja Efek Samping Imunisasi? Ini yang Harus Mommy Tahu!

efek samping imunisasi

TanyaNersPemerintah melalui Kementerian Kesehatan sejak beberapa tahun lalu gencar menampanyekan tentang pentingnya imunisasi. Terutama untuk bayi yang baru lahir hingga anak-anak. Setelah imunisasi, biasanya bayi akan mengalami gejala seperti demam. Ini memang wajar karena tubuh akan membentuk antibodi . Lalu, apa saja efek samping imunisasi lainnya? Simak ulasan selengkapnya! 

Tingkatan Efek Samping Imunisasi

cara menurunkan demam pada bayi
sc: Gleneagles Hospital

Efek samping imunisasi biasanya akan muncul pada 1-2 hari pasca imunisasi. Namun, hal itu juga tergantung pada ketahanan dan daya tubuh bayi. Meski begitu, perlu diingat jika efek samping ini tidaklah separah risiko sesorang yang terkena penyakit karena tidak diimunisasi. Paling tidak, ada tingkatan efek samping tersebut yakni ringan, sedang, dan berat.

1. Tingkat Ringan

Tingkatan efek samping ringan ini adalah yang sering dialami oleh sebagian besar bayi yang telah menjalani imunsasi. Efek ringan ini akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu yang tidak begitu lama. Umumnya, efek ringan memiliki gejala di antaranya:

  • Terasa nyeri di titik yang disuntik dan di bagian ini pula akan muncul kemerahan hingga sedikit bengkak. Untuk merdakannya, Mommy bisa mengompresnya dengan air dingin agar lebih nyaman.
  • Beberapa gejala lainnya yang mungkin juga muncul yakni bayi akan mengalami demam ringan dan muntah. Begitu juga dengan menurunnya nafsu makan, lemas, dan pegal-pegal. Di sini, biasanya bayi akan mengalami sedikit lebih rewel dari biasanya. Namun, tidak akan berlangsung lama seiring meredanya gejala tersebut.

Efek samping ringan sering dialami oleh bayi setelah mendapatkan imunisasi khususnya DPT maupun hepatitis B. Akan tetapi, efek samping tersebut akan memberikan respon bagi tubuh untuk melatih sistem imun yang lebih kebal terhadap penyakit.

Baca juga: Ini 7 Daun Penurun Panas pada Bayi yang Mujarab & Aman

2. Tingkat Sedang

cara menurunkan demam pada bayi (2)
sc: Gesund

Selanjutnya adalah efek samping dengan tingkatan sedang. Akan tetapi, sebagaimana dilansir oleh Center for Disease Control and Prevention (CDC) menyebutkan jika efek tingkat sedang ini memang cukup jarang terjadi. Efek sedang bisa ditandai dengan beberapa gejala seperti:

  • Demam dengan kondisi suhu tinggi hingga lebih dari 38° Celcius. Bahkan, di tahapan tertentu bisa membuat bayi menjadi kejang-kejang.
  • Sendi terasa kaku, pada bayi dan balita mungkin tidak sebegitu parah jika dibandingkan dengan apa yang dialami oleh remaja maupun orang dewasa.
  • Trombosit yang semakin menurun dan pada kondisi tertentu, anak akan mengalami pneumonia.

Efek tersebut akan terjadi pada anak atau bayi yang memiliki riwayat permasalahan pada sistem kekebalan tubuh serius. Efek samping imunisasi ini biasanya terjadi setelah vaksin MMR. Namun, untuk melakukan vaksin ini, dokter akan melakukan observasi terlebih dahulu sampai anak benar-benar dinyatakan aman untuk diberi vaksin MMR bila diperlukan.

3. Tingkat Berat

Tingkatan yang ketiga adalah efek samping imunisasi yang berat. Namun, ini sangat jarang terjadi. Jika pun ada, mungkin hanya 1:1 juta orang penerima imunisasi. Adapun dampaknya, akan memicu alergiyang cukup parah. Bahkan, di kasus-kasus tertentu ini akan menyebabkan kematian.

Akan tetapi, menurut CDC sendiri risiko berat pada bayi ini perbandingannya adalah 1:20 ribu bayi untuk studi di Amerika Serikat. Reaksi berat ini bisa terjadi beberapa jam maupun beberapa menit pasca dilakukannya imunsasi.

Apabila ada riwayat alergi terhadap vaksin tersebut, dokter akan melakukan observasi lebih lanjut. Setelah itu, barulah diputuskan apakah penerima akan diberikan vaksin atau tidak berdasarkan kondisi tubuh yang ada.

Baca juga: Jangan Panik, Simak 5 Cara Mengatasi Demam pada Bayi!

Apa yang Harus Mommy Lakukan?

KELAS LAKTASI ASI MASTERY

Dari tingkatan efek samping imunisasi di atas, ada langkah-langkah tertentu yang bisa dilakukan oleh Moms. Dalam hal ini, sebaiknya jangan terlalu panik dan tetaplah untuk selalu mengawasi kondisi si kecil. Apabila efeknya adalah demam, Mommy dapat memberikan ibuprofen maupun paracetamol sesuai resep dokter.

Akan tetapi, jika bayi dalam kondisi demam yang meninggi hingga di atas 40° Celcius maupun mengalami kejang, maka segeralah membawanya ke dokter untuk penanganan lebih lanjut. Termasuk pula ketika kondisinya semakin menurun seperti lesu, mengantuk berlebihan, hingga menangis sampai dengan tiga jam lebih di satu waktu.

Beda halnya dengan kondisi bila efek sampingnya ringan, Mommy setidaknya dapat memberikan ASI eksklusif kepada bayi. Sebab, diketahui pula jika ASI memiliki kandungan sebagai antibiotik dan obat alami bayi. Lantas, bagaimana jika produksi ASI menurun?

Tak perlu khawatir, Mommy bisa ikuti kelas laktasi ASI Mastery dari TanyaNers dari mana saja. Di kelas online ini, Moms dapat bertanya dan konsultasi langsung kepada Ners yang ahli di bidangnya untuk meningkatkan kembali produksi ASI. Mau tahu informasi lebih lanjut atau ikuti kelasnya? Klik di sini, ya!

 

 

*Artikel ini telah ditinjau oleh Ns. Almira Istiqomah, S.Kep

Referensi:

  • https://www.cdc.gov/vaccines/vac-gen/side-effects.htm
  • https://www.nhs.uk/vaccinations/6-in-1-vaccine/
Scroll to Top
×