5 Cara Agar Bayi Tidak Sungsang untuk Persalinan Normal

cara agar bayi tidak sungsang (1)

TanyaNersJanin yang sehat ditandai dengan aktifnya gerak bayi dalam kandungan. Akan tetapi, dalam kasus tertentu sebagian posisi bayi yang bergerak tidak dalam posisi normal. Inilah yang kemudian dikenal dengan bayi sungsang. Bagaimana cara agar bayi tidak sungsang? Simak berbagai hal penting yang Bunda harus ketahui.

Cara Agar Bayi Tidak Sungsang

Berikut beberapa metode dan cara agar bayi tidak sungsang yang bisa jadi pertimbangan bagi Bunda. Sebelum memilih mana yang tepat, pastikan untuk berkonsultasi dengan ahli medis.

1. Metode External Cephalic Version (ECV)

Metode External Cephalic Version (ECV) dapat dilakukan jika usia kehamilan mendekati HPL atau sekitar 36 minggu. Caranya adalah dengan melakukan tekanan pada bagian perut dengan kuat namun cukup lembut. Tujuannya adalah untuk memutar janin kembali ke posisi awal yang normal.

Tidak semua orang dapat melakukannya. Hanya rumah sakit yang memiliki reputasi terbaik dan pengawasan yang ketat saja bisa melakukannya. Tak hanya itu saja, dokter pun akan memeriksa dan memantau detak jantung dan posisi janin dengan USG. Selain itu, tidak semua wanita hamil dapat memilih teknik ini. Khususnya dengan risiko tinggi seperti janin yang kembar, riwayat pendarahan, dan pasenta yang menutupi jalan lahir.

Baca juga: Mengenal Fototerapi Pada Bayi dan Manfaatnya bagi Si Kecil

2. Metode Chiropractic

Berikutnya adalah dengan metode chiropractic atau teknik Webster. Hal itu karena teknik tersebut diperkenalkan oleh Larry Webster di tahun 1978. Jika Bunda ingin melakukan metode ini, pastikan kehamilan sudah memasuki usia 8 bulan.

Chiropractic dapat membuat bagian panggul menjadi lebih rileks dan mempengaruhi bagian otot, rahim, maupun jaringan yang ada di sekitarnya. Harapannya, janin dapat kembali ke posisi normal dengan memutar. Sebagai catatan, untuk melakukan chiropractic, pastikan didampingi oleh seorang chiropractor yang sudah memiliki sertifikasi khusus.

3. Cara Agar Bayi Tidak Sungsang – Pengaturan Postur

cara agar bayi tidak sungsang
sc: Healthline

Teknik ini juga dikenal postural management. Bisa dibilang pengaturan postur memanfaatkan gravitasi dalam mengubah posisi bayi khususnya kepala, ke serviks atau leher rahim. Adapun penyesuaian ini dilakukan pada bagian tertentu seperti:

  • Knee chest: yakni dengan posisi duduk di permukaan yang datar. Tekuklah kedua lutut hingga menempel ke arah bagian dada.
  • Breech tilt: Bunda dapat terlentang dan pinggul terangkat. Hal ini dapat membantu memiringkan area rahim. Dengan begitu, posisi janin dapat kembali ke posisi normal.
  • Inversion: adalah posisi berlutu dan tubuh bagian atas menekuk perlahan ke arah depan sampai kepala dapat menempel ke permukaan lantai.

Bunda dapat melakukan posisi tersebut kurang lebih 15 menit secara rutin setiap hari. Jangan lupa untuk meminta bantuan suami atau orang terdekat pada saat melakukan aktivitas tersebut.

4. Terapi Akupuntur

Seperti namanya, terapi ini menggunakan jarum khusus di titik tertentu ibu hamil. Misalnya saja di titik Zhiyin (BL67), yakni titik yang berada di bagian ujung jari kelingking Bunda. Dengan teknik akupuntur diyakini bisa merangsang energi positif dan bisa membuat otot rahim menjadi rileks.

Ketika otot rahim menjadi rileks, maka akan memudahkan kepala bayi untuk kembali berada pada posisi semula. Dalam terapi akupuntur juga dibarengi dengan terapi moxibustion. Yaitu, dengan membakar semacam ramuan herbal tertentu. Metode ini dapat dilakukan pada kehamilan yang berusia 32-36 minggu.

5. Menggunakan Terapi Hipnosis

Selain menerapkan empat metode di atas, cara agar bayi tidak sungsang bisa dilakukan dengan metode hipnosis. Biasanya ini dilakukan sebelum ECV kepada pasien. Dokter akan menyarankan pasien menerapkan terapi hipnosis untuk menjaga pikiran lebih tenang, fokus, dan rileks.

Sebagaimana dilansir dalam American Journal of Clinical Hypnosis, dengan teknik ini dapat memperbesar peluang keberhasilan dari ECV. Studi menyebutkan kalau 78 wanita yang menerapkan metode hipnosisi sebelum melakukan ECV, terdapat sekitar 32 orang atau 41.6% berhasil. Alhasil, janin pun masih kembali lagi dalam posisi yang ideal (vertex).

Baca juga: Kenali Penyebab Bayi Kuning dan Cara Pencegahannya!

Penutup

Kelas NEBA Newborn Bahagia

Setidaknya itulah penyebab dan cara mengatasi bayi sungsang. Selain menjaga kondisi kesehatan dan asupan nutrisi penting selama kehamilan, ada baiknya untuk selalu berkonsultasi dengan dokter dan ners yang berpengalaman agar kondisi janin tetap aman.

Salah satunya adalah dengan mengikuti kelas NeBa dari TanyaNers secara online. Caranya adalah dengan klik tautan ini. Di sini, selain diberikan tips, Bunda dapat bertanya langsung dengan ners yang berpengalaman di bidangnya. Semoga bermanfaat!

 

 

*Artikel ini telah ditinjau oleh Ns. Almira Istiqomah, S.Kep

Referensi:

  • https://utswmed.org/medblog/breech-baby/
  • https://my.clevelandclinic.org/health/treatments/22979-ecv
  • https://www.tandfonline.com/doi/abs/10.1080/00029157.2012.665399 
Scroll to Top
×